Jacksen Ferreira Tiago, yang akrab disapa Jacksen F. Tiago atau JFT, adalah mantan pemain sepak bola Brasil yang telah sukses menjadi pelatih di Indonesia. Sebagai tokoh yang sangat berpengaruh dalam sejarah sepak bola Indonesia , Jacksen memiliki rekam jejak yang mengesankan baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih. Sebagai warga tetap Indonesia, dia lancar berbicara dalam bahasa Indonesia dan Jawa.

Sebagai pemain, Jacksen memulai karirnya di Liga Indonesia dengan Petrokimia Putra, di mana dia berhasil menjadi runner-up liga. Dia kemudian bermain untuk PSM Makassar sebelum menemukan kesuksesan dengan Persebaya Surabaya. Pada musim 1996/1997, dia dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga Indonesia saat membantu Persebaya meraih gelar juara.

Setelah menghabiskan waktu dua musim bersama Persebaya, Jacksen pindah ke Singapura untuk bermain dengan Geylang United, sebelum kembali ke Persebaya setahun kemudian. Pada tahun 2001, dia kembali ke Petrokimia sebelum akhirnya pensiun sebagai pemain pada akhir musim.

Sebagai pelatih, Jacksen bergabung dengan Persipura Jayapura pada tahun 2008 dan mencatat prestasi gemilang. Selama masa kepelatihannya di Persipura Jayapura, dia berhasil memenangkan tiga gelar Indonesia Super League pada musim 2008-09, 2010-11, dan 2013.

READ  Masa Muda Jadi Andalan Sepakbola Indonesia, Rentan di Masa Depan

Pada Maret 2013, Jacksen ditunjuk sebagai asisten pelatih tim nasional Indonesia oleh Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) untuk menghadapi Arab Saudi dalam babak kualifikasi Piala Asia AFC 2015. Kemudian, pada bulan April, ia resmi diangkat sebagai pelatih kepala tim nasional Indonesia. Pada November 2014, ia bergabung dengan Penang FA dan membawa tim tersebut promosi ke Malaysia Super League. Pada musim Liga 1 Indonesia 2017, ia menandatangani kontrak jangka panjang dengan PS Barito Putera.

Selama karirnya, Jacksen meraih berbagai penghargaan dan prestasi. Sebagai pemain, dia menjadi pencetak gol terbanyak Liga Indonesia Premier Division pada musim 1996-1997. Sebagai pelatih, dia membawa Persebaya Surabaya meraih gelar Liga Indonesia Premier Division pada tahun 2004 dan Liga Indonesia First Division pada tahun 2003. Bersama Persipura Jayapura, dia juga memenangkan Indonesia Super League pada tahun 2008-09, 2010-11, dan 2013.

Meskipun demikian, di tengah kesuksesannya, Jacksen juga terlibat dalam beberapa kontroversi. Pada 15 April 2014, setelah konferensi pers pertandingan antara Persipura Jayapura dan Persebaya Surabaya, dia terlibat dalam insiden perkelahian dengan Greg Nwokolo karena masalah pribadi yang berawal saat dia menjadi pelatih tim nasional Indonesia. Namun, situasi tersebut kemudian mereda setelah penanganan oleh pihak kepolisian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here